Sakit Punggung Karena Rusaknya Sendi Kecil di Tulang Belakang

Pada ruas-ruas tulang belakang manusia bagian leher, dada dan perut, di tiap ruasnya terdapat sendi kecil yang disebut sendi facet. Sendi facet menghubungkan antara sisi belakang satu ruas tulang dengan ruas lainnya. Sendi facet seperti sendi-sendi lain memiliki bantalan tulang rawan atau yang disebut kartilago, yang berfungsi menyangga beban dan menghindari gesekan atau benturan antara tulang saat sendi bergerak.

Tulang rawan atau kartilago sendi facet dapat mengalami kerusakan berupa retak atau penipisan (aus). Nyeri dapat terjadi saat kedua sisi sendi facet bersentuhan atau bertumpu satu sama lain karena bantalan penahan antar tulang rusak. Residu atau pecahan kecil dari tulang rawan yang rusak juga memicu reaksi radang tubuh. Akibatnya sendi facet bengkak dan lagi-lagi timbul nyeri.

Sakit punggung akibat kerusakan sendi facet biasanya timbul pada saat beraktivitas sambil berdiri dan dapat berkurang dengan duduk membungkuk. Biasanya juga disertai kram otot di sekitarnya dan penjalaran nyeri ke bagian tubuh lain sehingga sakit punggung terasa kemana-mana. Bisa mirip sakit punggung akibat saraf kejepit.

Jika sakit punggung akibat kerusakan sendi facet ini hanya berlangsung sebentar dan ringan, dapat diberikan obat-obat anti radang atau anti nyeri yang diminum. Jika nyeri lebih hebat, dapat dinjeksi anti radang.

Jika nyeri berlangsung kronis (lebih 2-3 bulan) dilakukan injeksi regeneratif sendi atau PROLOTERAPI.

Injeksi anti radang pada sendi facet dilakukan dengan bantuan visualisasi USG (ultrasonografi, seperti yang digunakan untuk memeriksa ibu hamil) karena sendi facet terletak dalam, tidak bisa diraba dan celah sendinya kecil. Bantuan visual USG juga untuk menghindari jarum suntik melukai organ penting di dekat sendi facet, yaitu akar saraf yang keluar dari tulang belakang.

Tidak berhenti hanya dengan injeksi saja, otot-otot sekitar tulang belakang dan anggota gerak bawah harus dilatih. Latihan bertujuan memperkuat dan menambah kesigapan otot-otot tulang belakang (core stability) agar dapat melindungi sendi facet yang rusak dari cedera atau kerusakan lebih lanjut.

Jika anda mengalami sakit punggung yang tidak kunjung baik, nyeri terasa di punggung saat berdiri sambil beraktifitas dan berkurang dengan duduk membungkuk, serta lagi-lagi divonis saraf kejepit an harus operasi, dapatkan pemeriksaan yang lebih detail dan diagnosa yang akurat oleh dokter yang tepat.

Terapi regeneratif sendi atau PROLOTERAPI dapat mengurangi nyeri dan memperbaiki sendi facet serta memperkuat ligamen-ligamen di sekitarnya.



Ketahui lebih lanjut penyebab sakit punggung anda dan bagaimana pengobatan yang tepat untuk sakit punggung anda. Silahkan klik link di bawah ini:


Apa yang perlu anda ketahui untuk mencegah sakit punggung, fisioterapi apa yang tepat untuk anda dan mitos soal MRI dan jamu. Silahkan klik di bawah ini:



Situs lain yang berguna untuk anda:


dr. Aditya Wahyudi, SpKFR
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi
Ahli Otot-Sendi & Cedera Olahraga

Klinik Utama HALMAHERA MEDIKA
Jl. Halmahera no. 2 Bandung

Appointment konsultasi:
Telp 022-4269-0156 atau WA 0817-6040-808


Sakit Bokong Paling Sering: Sindroma Piriformis

Sakit punggung bawah paling sering akibat Sindroma Piriformis. Lebih tepat disebut sakit bokong atau sakit pantat, bukan sakit punggung bawah. Sakit punggung bawah Sindroma Piriformis ini yang banyak disalah diagnosa sebagai sakit punggung karena saraf kejepit (HNP).

Di bokong (pantat) kita, ada otot yang namanya Piriformis. Otot ini terletak kedalaman kurang lebih 6 cm dari permukaan bokong kita. Otot ini berfungsi memutar dan menarik tulang paha kita ke arah luar. Otot piriformis berfungsi juga sebagai ‘stabilizer’ atau tali penyangga dari tulang belakang kita saat kita berdiri dan beraktifitas.

Pada kondisi tertentu, otot piriformis  terpaksa kontraksi terus-menerus. Biasanya pada wanita dengan hiperlordotik tulang belakang lumbal (perut maju ke depan dan pantat mundur ke belakang) atau dengan tulang belakang yang sudah kaku karena usia. Bisa juga pada orang yang melakukan gerakan rotasi tulang paha yang berulang-ulang tiap hari. Misalnya supir angkot atau orang dengan Morton toe’s (jari telunjuk kaki lebih panjang dari jempol kaki).

Akibatnya, otot kelelahan, timbul asam laktat yang menyebabkan nyeri. Otot yang kontraksi terus-menerus juga bisa membentuk ikatan permanen diantara serabut-serabut ototnya. Akibatnya lagi, otot tidak bisa melemas secara otomatis walau kontraksi sudah berhenti, dan disertai nyeri yang menetap.

Di sisi depan otot piriformis, ada saraf ischiadicus, yaitu saraf yang mempersarafi paha, tungkai dan kaki. Kadang saraf ischiadicus ini posisinya menembus otot piriformis. Jika otot piriformis menegang atau kontraksi terus menerus, bisa terjadi jepitan saraf ischiadicus.

Akibatnya bisa timbul nyeri dan baal kesemutan di paha, tungkai dan kaki sesuai sepanjang persarafan saraf ischiadicus. Inilah yang sering disangka sebagai saraf kejepit akibat HNP di punggung bawah, karena area yang terkena nyeri dan baal kesemutan sama.

Pengobatan untuk sakit punggung akibat Sindroma Piriformis bukan hanya minum obat anti nyeri, tetapi meliputi perubahan kebiasaan sehari-hari, latihan peregangan otot, injeksi otot piriformis, hingga pembedahan jika semua tindakan sudah dilakukan tetapi tidak ada perbaikan.

Yang pertama harus dilakukan adalah merubah kebiasaan sehari-hari.

  1. Hindari aktifitas yang memicu kontraksi terus-menerus otot piriformis (misal hindari berdiri lama, jadi kalau memasak atau menyetrika baju harus sambil duduk di kursi tinggi).
  2. Hindari kontraksi otot berulang (misal hindari menyupir mobil saat macet lama, hindari dibonceng sepeda motor dalam waktu lama).
  3. Hindari posisi otot memendek dan menekan otot piriformis (hindari duduk sila di lantai, hindari duduk mengangkang/membuka paha dalam waktu lama).

Berikutnya otot piriformis yang kontraksi terus-menerus itu harus diregangkan setiap hari hingga lemas. Dengan cara menyilangkan paha dan menariknya hingga otot piriformis terasa teregang. Latihan berikutnya yang harus dilakukan juga adalah peregangan otot-otot penyangga tubuh dan penguatannya (core stability).

Sebelum diregangkan tiap hari di rumah, otot piriformis sebaiknya dinjeksi terlebih dahulu.. Injeksi piriformis harus dengan bantuan visual USG (ultrasonografi) karena otot piriformis terletak dalam, kurang lebih 5-6 cm dari permukaan kulit. Bantuan visual USG juga untuk menghindari risiko menusuk saraf ischiadicus di depannya.

Jika anda menderita sakit punggung bawah, nyeri terutama di bokong, ada nyeri baal dan kesemutan di sepanjang anggota gerak bawah, atau anda didiagnosa saraf kejepit karena HNP dan dikatakan harus operasi, datanglah ke dokter yang tepat. Dapatkan pemeriksaan yang akurat dan penanganan yang benar dan efektif untuk sakit punggung bawah anda.

Pengobatan Sindroma Piriformis bukanlah pemberian obat nyeri terus-menerus, tetapi berupa perubahan cara hidup, latihan otot, injeksi dengan USG, serta pembedahan jika semua cara tidak berhasil.



Ketahui lebih lanjut penyebab sakit punggung anda dan bagaimana pengobatan yang tepat untuk sakit punggung anda. Silahkan klik link di bawah ini:


Apa yang perlu anda ketahui untuk mencegah sakit punggung, fisioterapi apa yang tepat untuk anda dan mitos soal MRI dan jamu. Silahkan klik di bawah ini:



Situs lain yang berguna untuk anda:


dr. Aditya Wahyudi, SpKFR
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi
Ahli Otot-Sendi & Cedera Olahraga

Klinik Utama HALMAHERA MEDIKA
Jl. Halmahera no. 2 Bandung

Appointment konsultasi:
Telp 022-4269-0156 atau WA 0817-6040-808


Tidak Semua yang Tampak pada MRI Pasti Penyebab Sakit Punggung Anda

Banyak pasien saya datang dengan membawa hasil pemeriksaan MRI, bilang “Dok, saya sakit punggung sudah lama, akibat saraf kejepit kata dokter yang periksa saya sebelumnya.“ sambil menunjuk gambar di MRI yang ada penonjolan bantalan seperti yang dokter sebelumnya katakan. “Tapi kok sudah diberi diberi obat dan diterapi untuk saraf kejepit tidak ada perbaikan nyata?”, lanjutnya lagi.

Jawabannya ada dua kemungkinan:

  1. Pasien mendapat pengobatan atau terapi yang tidak tepat untuk saraf kejepitnya,
  2. Nyeri punggungnya bukan akibat saraf kejepit melainkan akibat penyebab lain.

Jawaban nomor dua, bukan akibat saraf kejepit, sangat sering saya temui, jauh lebih sering dari jawaban pertama. Terlalu sering over diagnosa saraf kejepit.

Sakit punggung banyak penyebabnya, tidak hanya akibat saraf kejepit akibat penonjolan bantalan (bahasa medisnya hernia nucleus pulposus = HNP). Sakit punggung akibat saraf kejepit akibat HNP hanya kurang 4% penyebab seluruh sakit punggung.

Penyebab tersering nyeri punggung yaitu sindroma piriformis, kerusakan sendi sakroiliacal, kerusakan sendi facet, dan sebagainya, ternyata juga tidak tampak dengan MRI. Apalagi dengan pemeriksaan x-ray yang lebih murah.

Terlebih jika dokter anda langsung memvonis anda harus operasi hanya karena melihat saraf kejepit di gambar MRI. Saraf kejepit yang harus dioperasi ini harus disertai gangguan BAB dan BAK, baal dan kelemahan otot-otot tungkai dan kaki yang semakin berat dalam waktu singkat. Jika tidak ada gejala seperti ini tidak perlu operasi.

Yang paling menentukan dalam menentukan penyebab sakit punggung anda adalah wawancara dan pemeriksaan fisik yang dokter lakukan. Tidak semua jenis sakit punggung memerlukan MRI. Bahkan juga tidak memerlukan pemeriksaan x-ray.

Lalu mengapa di MRI anda tampak ada penonjolan bantalan atau saraf kejepit? Tidak semua penonjolan bantalan atau saraf kejepit menimbulkan masalah.  Jika penonjolan bantalan hanya sedikit atau saraf anda tergolong lentur, maka sering  tidak akan jadi masalah buat anda. Penonjolan dan penipisan bantalan, serta penyempitan saluran saraf, bisa juga hanya gambaran penuaan saja. Bukan penyebab sakit punggung anda.

Dokter seharusnya tidak hanya menentukan penyakit anda berdasarkan gambar di MRI saja. Dia harus melakukan pemeriksaan fisik yang cermat untuk menentukan penyebab sakit punggung anda. Jika penyebab tidak diketahui dengan tepat, tentu sulit menentukan pengobatan yang tepat.

Jika anda mengalami sakit punggung bawah yang tidak kunjung sembuh, serta dokter anda menyatakan saraf kejepit dan harus segera operasi hanya dari pemeriksaan MRI, bukan dari pemeriksaan fisik yang detail, dapatkan second opinion dari dokter yang tepat. Dapatkan diagnosa yang tepat untuk menentukan pengobatan atau terapi yang tepat.



Apa yang perlu anda ketahui untuk mencegah sakit punggung, fisioterapi apa yang tepat untuk anda dan mitos soal MRI dan jamu. Silahkan klik di bawah ini:


Ketahui lebih lanjut penyebab sakit punggung anda dan bagaimana pengobatan yang tepat untuk sakit punggung anda. Silahkan klik link di bawah ini:



Situs lain yang berguna untuk anda:


dr. Aditya Wahyudi, SpKFR
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi
Ahli Otot-Sendi & Cedera Olahraga

Klinik Utama HALMAHERA MEDIKA
Jl. Halmahera no. 2 Bandung

Appointment konsultasi:
Telp 022-4269-0156 atau WA 0817-6040-808


Sakit Punggung Bawah Tidak Selalu Karena Saraf Kejepit

Sakit punggung bawah atau sakit pinggang sering terjadi di masyarakat. Punggung sakit ini bukan hanya akibat saraf kejepit seperti yang dibilang banyak orang, bahkan oleh banyak dokter.  Saraf kejepit karena penonjolan bantalan tulang belakang (hernia nucleus pulposus = HNP), hanya menyebabkan kurang 10% seluruh sakit punggung bawah. Masih banyak penyebab lain yang lebih sering terjadi.

Jadi apa yang sebenarnya terjadi  jika anda atau orangtua anda menderita sakit punggung bawah atau sakit bokong yang tidak kunjung sembuh, dibilang kena saraf kejepit, sudah dapat obat atau terapi, tapi tidak kunjung sembuh?

Punggung sakit bagian bawah paling sering akibat retakan bantalan tulang (internal disk disruption) serta kerusakan sendi kecil di tulang belakang (sendi facet). Bisa juga akibat kerusakan ligamen (urat-urat putih antara tulang) diantara tulang belakang atau di bokong. Nyeri bokong juga bisa karena bengkak otot disana.  Penyebab-penyebab lain juga ada, jadi bukan sekedar saraf kejepit.

Hasil pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) yang menunjukkan adanya penonjolan bantalan tulang ke arah saraf, belum tentu menentukan pasti penyebab sakit punggung anda adalah saraf kejepit. Jangan langsung menentukan penyebab nyeri hanya dari MRI. Pemeriksaan fisik oleh dokter yang kompeten jauh lebih penting.  Klik disini untuk tahu lebih jauh tentang hasil MRI.

Penanganan medis berbeda-beda tergantung penyebab punggung sakit yang didiagnosa oleh dokter. Bisa berupa obat-obat saja, fisioterapi (latihan otot perut dan punggung, traksi tulang belakang, LASER dll), injeksi anti radang atau radiofrequency dengan bantuan visual c-arm atau USG, injeksi regeneratif (proloterapi), serta operasi jika perlu.

Ligamen tulang belakang dan tulang panggul sering jadi sumber nyeri yang terlewatkan dalam pemeriksaan dokter, padahal sebenarnya sangat sering menjadi penyebab sakit punggung bawah dibandingkan penyebab-penyebab lain. Nyeri menjalar ke paha dan betis hingga kaki mirip nyeri akibat saraf kejepit (HNP) sehingga sering didiagnosa dan diobati sebagai saraf kejepit. Kerusakan ligamen ini sering pada wanita gemuk atau pernah beberapa kali melahirkan bayi dengan berat badan besar. Punggung bawah sakit akibat kerusakan ligamen diobati dengan proloterapi. Juga sakit punggung akibat kerusakan sendi facet di tulang belakang.

Pada penderita sakit punggung bawah, selain proloterapi, biomekanik tulang belakang juga harus diperbaiki. Penderita punggung sakit harus tahu cara aktivitas sehari-hari yang aman untuk tulang belakang, seperti cara angkat barang dari lantai atau posisi komputer dan cara duduk di tempat kerja yang benar. Otot-otot, otot punggung, otot paha hingga otot betis yang tidak seimbang harus dikuatkan atau diregang, serta dilatih menstabilkan tulang belakang (core stability) agar punggung sakit tidak terulang lagi.

Jika anda, orangtua anda atau teman anda, menderita sakit punggung bawah dan didiagnosa saraf kejepit, sudah bosan minum obat nyeri, berkali-kali fisioterapi belum ada perbaikan, atau divonis harus operasi, periksakan punggung sakit anda ke dokter proloterapi. Dapatkan diagnosa yang lebih tepat dan variatif, serta penanganan yang komprehensif dan berefek jangka panjang.