Fisioterapi untuk Sakit Punggung: apakah hanya dipanaskan dan disetrum efektif?

Apakah anda atau orangtua anda menderita sakit punggung? Apakah anda mendapatkan tindakan oleh fisioterapi, baik karena inisiatif anda sendiri atau karena disuruh dokter anda?

Apakah tindakannya berupa dipanaskan dan disetrum saja? Apakah diberikan atau dilatih senam atau gerakan-gerakan tertentu yang harus rutin dilakukan?

Sebenarnya, tindakan fisioterapi yang paling penting dilakukan pada penderita sakit punggung adalah yang disebutkan pada kalimat terakhir paragraf di atas, senam atau latihan gerakan-gerakan yang harus rutin dilakukan.

Disetrum, atau diberikan aliran listrik (TENS, interferential) dapat menghilangkan nyeri, tetapi hanya sementara. Tidak memperbaiki apapun. Sama persis seperti kita minum obat anti nyeri. TENS yang paling baik anda lakukan adalah TENS mini yang bisa anda beli dan pakai sepanjang hari, bukan TENS yang ada di fasilitas fisioterapi.

Dipanaskan, baik dengan digosok (ulltrasound), gelombang mikro atau gelombang pendek, hanya membuat otot lebih relaks, dalam batas tertentu. Panas gelombang infra-red hanya dapat menembus kulit 1cm dan tidak bisa memanaskan otot yang dalam.

Beberapa menyatakan dipanaskan dapat mengurangi nyeri, dan juga memperbaiki kerusakan jaringan dengan menambah aliran darah, tapi hal ini memberikan hasil berbeda untuk tiap penyebab dan derajat keparahan sakit punggung.

Traksi, atau ditariknya tulang belakang dengan alat sehingga lubang saraf antara tulang belakang melonggar, seharusnya hanya efektif pada kasus saraf kejepit karena HNP. Faktanya, sebagian besar (96%) penyebab sakit punggung bukanlah HNP. Jadi traksi sering digunakan pada penderita sakit punggung yang sebenarnya bukan karena HNP, hanya disangka HNP.

Juga melonggarnya jepitan di lubang saraf antara tulang belakang akibat traksi tulang belakang hanya sementara, hanya berlangsung selama 5 menit setelah di-traksi, kemudian kembali ke posisi semula. Jadi kalau ada pasien sakit punggung membaik setelah di-traksi, sebenarnya hanya karena efek melemasnya otot, bukan peregangan tulang.

Yang paling penting dilakukan penderita sakit punggung bawah adalah senam atau latihan gerak otot, yang meliputi latihan postur, kekuatan dan kelenturan otot, serta kesigapan (refleks) otot dalam menghadapi ancaman cedera. Beberapa menyebut latihan kesigapan otot ini sebagai latihan core stability.

Latihan ini berbeda-beda tiap pasien, tergantung usia, derajat nyeri, otot-otot mana saja yang bermasalah, juga tergantung kebiasaan berolahraga pasien. Senam atau latihan ini dilakukan sendiri setiap hari.

Namun senam atau latihan itu di awal dan di tiap perubahan level latihan harus dilatih langsung oleh fisioterapis yang kompeten. Bukan berlatih sendiri melihat gambar dari internet atau video dari youtube.

Jika anda sudah mendapatkan latihan itu, baru bisa ditambahkan dipanaskan dan disetrum. Dipanaskan diberikan sebelum latihan peregangan otot agar otot lebih mudah lentur. Disetrum diberikan sesudah latihan untuk mengurangi pegal otot sesudah latihan.

Jadi senam atau latihannya yang utama, sedangkan dipanaskan dan disetrumnya sekunder.

Jika anda mengalami sakit punggung terus-menerus dan hanya diberi obat lalu dipanaskan dan disetrum terus-menerus juga, dapatkan diagnosa yang akurat dan terapi yang tepat dari dokter kami. Latihan otot-otot tulang belakang serta otot-otot anggota gerak bawah merupakan bagian penting dalam pengobatan sakit punggung.



Ketahui lebih lanjut penyebab sakit punggung anda dan bagaimana pengobatan yang tepat untuk sakit punggung anda. Silahkan klik link di bawah ini:


Ketahui lebih lanjut penyebab sakit punggung anda dan bagaimana pengobatan yang tepat untuk sakit punggung anda. Silahkan klik link di bawah ini:



Situs lain yang berguna untuk anda:


dr. Aditya Wahyudi, SpKFR
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi
Ahli Otot-Sendi & Cedera Olahraga

Klinik Utama HALMAHERA MEDIKA
Jl. Halmahera no. 2 Bandung

Appointment konsultasi:
Telp 022-4269-0156 atau WA 0817-6040-808


Sakit Bokong Paling Sering: Sindroma Piriformis

Sakit punggung bawah paling sering akibat Sindroma Piriformis. Lebih tepat disebut sakit bokong atau sakit pantat, bukan sakit punggung bawah. Sakit punggung bawah Sindroma Piriformis ini yang banyak disalah diagnosa sebagai sakit punggung karena saraf kejepit (HNP).

Di bokong (pantat) kita, ada otot yang namanya Piriformis. Otot ini terletak kedalaman kurang lebih 6 cm dari permukaan bokong kita. Otot ini berfungsi memutar dan menarik tulang paha kita ke arah luar. Otot piriformis berfungsi juga sebagai ‘stabilizer’ atau tali penyangga dari tulang belakang kita saat kita berdiri dan beraktifitas.

Pada kondisi tertentu, otot piriformis  terpaksa kontraksi terus-menerus. Biasanya pada wanita dengan hiperlordotik tulang belakang lumbal (perut maju ke depan dan pantat mundur ke belakang) atau dengan tulang belakang yang sudah kaku karena usia. Bisa juga pada orang yang melakukan gerakan rotasi tulang paha yang berulang-ulang tiap hari. Misalnya supir angkot atau orang dengan Morton toe’s (jari telunjuk kaki lebih panjang dari jempol kaki).

Akibatnya, otot kelelahan, timbul asam laktat yang menyebabkan nyeri. Otot yang kontraksi terus-menerus juga bisa membentuk ikatan permanen diantara serabut-serabut ototnya. Akibatnya lagi, otot tidak bisa melemas secara otomatis walau kontraksi sudah berhenti, dan disertai nyeri yang menetap.

Di sisi depan otot piriformis, ada saraf ischiadicus, yaitu saraf yang mempersarafi paha, tungkai dan kaki. Kadang saraf ischiadicus ini posisinya menembus otot piriformis. Jika otot piriformis menegang atau kontraksi terus menerus, bisa terjadi jepitan saraf ischiadicus.

Akibatnya bisa timbul nyeri dan baal kesemutan di paha, tungkai dan kaki sesuai sepanjang persarafan saraf ischiadicus. Inilah yang sering disangka sebagai saraf kejepit akibat HNP di punggung bawah, karena area yang terkena nyeri dan baal kesemutan sama.

Pengobatan untuk sakit punggung akibat Sindroma Piriformis bukan hanya minum obat anti nyeri, tetapi meliputi perubahan kebiasaan sehari-hari, latihan peregangan otot, injeksi otot piriformis, hingga pembedahan jika semua tindakan sudah dilakukan tetapi tidak ada perbaikan.

Yang pertama harus dilakukan adalah merubah kebiasaan sehari-hari.

  1. Hindari aktifitas yang memicu kontraksi terus-menerus otot piriformis (misal hindari berdiri lama, jadi kalau memasak atau menyetrika baju harus sambil duduk di kursi tinggi).
  2. Hindari kontraksi otot berulang (misal hindari menyupir mobil saat macet lama, hindari dibonceng sepeda motor dalam waktu lama).
  3. Hindari posisi otot memendek dan menekan otot piriformis (hindari duduk sila di lantai, hindari duduk mengangkang/membuka paha dalam waktu lama).

Berikutnya otot piriformis yang kontraksi terus-menerus itu harus diregangkan setiap hari hingga lemas. Dengan cara menyilangkan paha dan menariknya hingga otot piriformis terasa teregang. Latihan berikutnya yang harus dilakukan juga adalah peregangan otot-otot penyangga tubuh dan penguatannya (core stability).

Sebelum diregangkan tiap hari di rumah, otot piriformis sebaiknya dinjeksi terlebih dahulu.. Injeksi piriformis harus dengan bantuan visual USG (ultrasonografi) karena otot piriformis terletak dalam, kurang lebih 5-6 cm dari permukaan kulit. Bantuan visual USG juga untuk menghindari risiko menusuk saraf ischiadicus di depannya.

Jika anda menderita sakit punggung bawah, nyeri terutama di bokong, ada nyeri baal dan kesemutan di sepanjang anggota gerak bawah, atau anda didiagnosa saraf kejepit karena HNP dan dikatakan harus operasi, datanglah ke dokter yang tepat. Dapatkan pemeriksaan yang akurat dan penanganan yang benar dan efektif untuk sakit punggung bawah anda.

Pengobatan Sindroma Piriformis bukanlah pemberian obat nyeri terus-menerus, tetapi berupa perubahan cara hidup, latihan otot, injeksi dengan USG, serta pembedahan jika semua cara tidak berhasil.



Ketahui lebih lanjut penyebab sakit punggung anda dan bagaimana pengobatan yang tepat untuk sakit punggung anda. Silahkan klik link di bawah ini:


Apa yang perlu anda ketahui untuk mencegah sakit punggung, fisioterapi apa yang tepat untuk anda dan mitos soal MRI dan jamu. Silahkan klik di bawah ini:



Situs lain yang berguna untuk anda:


dr. Aditya Wahyudi, SpKFR
Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi
Ahli Otot-Sendi & Cedera Olahraga

Klinik Utama HALMAHERA MEDIKA
Jl. Halmahera no. 2 Bandung

Appointment konsultasi:
Telp 022-4269-0156 atau WA 0817-6040-808


Sakit Punggung Bawah Tidak Selalu Karena Saraf Kejepit

Sakit punggung bawah atau sakit pinggang sering terjadi di masyarakat. Punggung sakit ini bukan hanya akibat saraf kejepit seperti yang dibilang banyak orang, bahkan oleh banyak dokter.  Saraf kejepit karena penonjolan bantalan tulang belakang (hernia nucleus pulposus = HNP), hanya menyebabkan kurang 10% seluruh sakit punggung bawah. Masih banyak penyebab lain yang lebih sering terjadi.

Jadi apa yang sebenarnya terjadi  jika anda atau orangtua anda menderita sakit punggung bawah atau sakit bokong yang tidak kunjung sembuh, dibilang kena saraf kejepit, sudah dapat obat atau terapi, tapi tidak kunjung sembuh?

Punggung sakit bagian bawah paling sering akibat retakan bantalan tulang (internal disk disruption) serta kerusakan sendi kecil di tulang belakang (sendi facet). Bisa juga akibat kerusakan ligamen (urat-urat putih antara tulang) diantara tulang belakang atau di bokong. Nyeri bokong juga bisa karena bengkak otot disana.  Penyebab-penyebab lain juga ada, jadi bukan sekedar saraf kejepit.

Hasil pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) yang menunjukkan adanya penonjolan bantalan tulang ke arah saraf, belum tentu menentukan pasti penyebab sakit punggung anda adalah saraf kejepit. Jangan langsung menentukan penyebab nyeri hanya dari MRI. Pemeriksaan fisik oleh dokter yang kompeten jauh lebih penting.  Klik disini untuk tahu lebih jauh tentang hasil MRI.

Penanganan medis berbeda-beda tergantung penyebab punggung sakit yang didiagnosa oleh dokter. Bisa berupa obat-obat saja, fisioterapi (latihan otot perut dan punggung, traksi tulang belakang, LASER dll), injeksi anti radang atau radiofrequency dengan bantuan visual c-arm atau USG, injeksi regeneratif (proloterapi), serta operasi jika perlu.

Ligamen tulang belakang dan tulang panggul sering jadi sumber nyeri yang terlewatkan dalam pemeriksaan dokter, padahal sebenarnya sangat sering menjadi penyebab sakit punggung bawah dibandingkan penyebab-penyebab lain. Nyeri menjalar ke paha dan betis hingga kaki mirip nyeri akibat saraf kejepit (HNP) sehingga sering didiagnosa dan diobati sebagai saraf kejepit. Kerusakan ligamen ini sering pada wanita gemuk atau pernah beberapa kali melahirkan bayi dengan berat badan besar. Punggung bawah sakit akibat kerusakan ligamen diobati dengan proloterapi. Juga sakit punggung akibat kerusakan sendi facet di tulang belakang.

Pada penderita sakit punggung bawah, selain proloterapi, biomekanik tulang belakang juga harus diperbaiki. Penderita punggung sakit harus tahu cara aktivitas sehari-hari yang aman untuk tulang belakang, seperti cara angkat barang dari lantai atau posisi komputer dan cara duduk di tempat kerja yang benar. Otot-otot, otot punggung, otot paha hingga otot betis yang tidak seimbang harus dikuatkan atau diregang, serta dilatih menstabilkan tulang belakang (core stability) agar punggung sakit tidak terulang lagi.

Jika anda, orangtua anda atau teman anda, menderita sakit punggung bawah dan didiagnosa saraf kejepit, sudah bosan minum obat nyeri, berkali-kali fisioterapi belum ada perbaikan, atau divonis harus operasi, periksakan punggung sakit anda ke dokter proloterapi. Dapatkan diagnosa yang lebih tepat dan variatif, serta penanganan yang komprehensif dan berefek jangka panjang.